Pendidikan Budaya Jawa: Makna Simbolik Tradisi Tahlil Naluri Tegalsaren di Desa Majan, Kedungwaru, Tulungagung

Authors

  • Alfa Nur'aini Universitas Negeri Yogyakarta Author

Keywords:

Tradisi Tahlil Naluri Tegalsaren, Desa Majan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, Nasi Ratib, Bentis

Abstract

Penelitian tersebut mempunyai tujuan untuk menyampaikan asal-usul Tradisi Tahlil Naluri Tegalsaren di Desa Majan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulunggaung, prosesi tradisi, dan makna simbolik dari tradisi. Penelitian tersebut menggunakan metode deskriptif kualitatif. Cara mendapatkan mendapatkan data dalam penelitian tersebut menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Alat yang digunakan yaitu peneliti sendiri yang langsung memgikuti tradisi tersebut dibantu dengan dengan kamera foto, handycam, voice recorder, dan alat untuk mencatat. Cara menganalisis data yang digunakan pada penelitian ini dengan teknis analisis induktif, cara mengesahkan data menggunakan trigulasi sumber, dan trigulasi metode. Hasil penelitian tersebut membuktikkan bahwa (1) Asal usul sejarah TTNT di Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung,(2) Prosesi TTNT, (3) Makna Simbolik TTNT yang mempunyai ajaran Thoriqot, Kakiqot, dan Ma’rifat, tujuan dari daun bentis digunakan untuk membuat nasi ratib yaitu nasi dan daun bentis “ben titis” dan nama nasi ratib itu “ben tertib”, dengan demikian didapatkan ajaran hidup sederhana, juga digunakan sebagai obat untuk berbagai penyakit dari hasil ngalap berkah KH. Khasanmimbar TTNT di Desa Majan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung.

References

Aini, A.Q., & Ribawati, E. (2025). Tradisi Tahlilan sebagai Kearifan Lokal Islam Nusantara: Prespektif Historis dan Nilai Sosial Budaya Masyarakat Jawa. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 9(9), 1-5.

Ajilah, Z.E. (2025). Menghidupkan Kearifan Lokal melalui Pendidikan Berbasis Nilai Tradisional. Jurnal Edukatif. 3(2), 260-264.

Aldona, A. (2022). Makna dan Fungsi Tradisi Kenduri pada Peringatan Hari Kematian bagi Masyarkat di Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Teluk Betung Utara. https://kbbi.web.id/fungsi.

Arianto, B. (2024). Triangulasi: Metoda Penelitian Kualitatif (1st ed.). Borneo Novelty Publishing.

Awalin, F. (2024). Tanah Perdikan Majan Tulungagung: Basis Pengembangan Budaya Islam Jawa. Jurnal Ikadbudi, 13(1), 64–78.

Batubara, S.M. (2025). Peran Pendidikan Kebudayaan dalam Pelestarian Kearifan Lokal di Sekolah: Tinjauan Pustaka. Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora. 3(1), 260-270. https://doi.org/10.59024/atmosfer.v3i1.1208

Camelia, E. (2021). Pendidikan Karakter pada Keluarga Jawa. NUSANTARA : Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 3(3), 300–314. https://ejournal.stitpn.ac.id/index.php/nusantara

Dzulkifli, M. (2021). Konsistensi Tradisi Tahlilan dan Kenduri di Kampung Sapen Perspektif Fenomologi Agama. Empirisma: Jurnal Pemikiran Dan Kebudayaan Islam, 30(1), 31–41.

Endraswara, S. 2006. Metode, Teori, Teknik penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.

Endraswara, S. 2015. Agama Jawa. Yogyakarta:Narasi-Lembu Jawa.

Hirzi, M., Abida, R., Rahmat, & Br Siregar, W. (2025). Makanan Ritual dan Makna Simboliknya: Analisis Tradisi Kuliner Nasi Langgi di Lamongan, Indonesia. Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan Dan Keagamaan, 20(2), 135–156. https://doi.org/10.37680/adabiya.v20i2.7220

Madyarini, D.D., & Wijayanti, D. (2025). Internalisasi Nilai-Nilai Karakter dalam Proses Pembelajaran IPS pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidik Indonesia. 4(2), 146-158.

Mahardika, H. A. R. (2026). Implementasi Tradisi Tahlilan pada Kegiatan Keagamaan Harian Masyarakat Karanganyar. Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial Dan Budaya, 11(1), 317–334. https://doi.org/10.32492/sumbula.v11i1.11122

Mas, A., Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau Jl Jalan Raya Pekanbaru -Sungai Pagar, ari, Panjang, R., Pekanbaru, K., Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, S., & Sultan Syarif Kasim Riau Jl Jalan Raya Pekanbaru-Sungai Pagar, U. (2017). Tradisi Tahlilan: Potret Akulturasi Agama dan Budaya Khas Islam Nusantara. Kontekstualita, 33(1), 78–95.

Nurkholida, E. (2018). FILSAFAT PENDIDIKAN MENURUT PERSPEKTIF JAWA (Studi Pemikiran Ki Hajar Dewantara). Cendekia, 16(2), 393–407.

Paramita Hapsari, P., Efendi, A., Widiatmi, T., Deswijaya, Ra., & Bahasa dan Sastra Daerah Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, P. (2024). Makna Simbolik Pacul dan Nilai Pendidikan yang Terkandung di dalamnya (Kajian Etnolinguistik). Journal of Education Research, 5(3), 2999–3002.

Putri, M., Aulia, M., & Ridya, N. (2022). Pembacaan Tahlil pada Aktivitas Pagelaran Wayang dalam Tradisi Tegal Ndeso (Potret di Dusun Krangrejo, Pasuruan). Journal Al-Irfani: Studi Al-Qur’an Dan Tafsir, 3(2), 31–45. https://doi.org/10.51700/irfani.v3i2.392|p

Putri, R. S. (2024). Tradisi Tahlilan dalam Perspektif Antropologi Filsafat: Ritual, Makna, dan Implikasinya. Konstruksi Sosial : Jurnal Penelitian Ilmu Sosial, 4(4), 122–127. https://doi.org/10.56393/konstruksisosial.v4i4.2460

Romadon; S, Santoso, A., & Wijayanti, I. (2023). Stigmatisasi Tradisi Tahlilan sebagai Ritual yang Mengada ada: Kajian Teori Stigma Erving Goffmap. Jurnal Akrab Juara, 8(2), 194–200.

Siregar, J. (2020). Pendidikan Berbasis Budaya Jawa Dalam Masyarakat Yogyakarta. Jurnal IKRA-ITH Humaniora, 4(3), 47–56.

Soemardja¸ Selo dkk. 1990. Masyarakat dan Kebudayaan. Yogyakarta: Djambatan.

Sukowati, A., & Subrata, H. (2022). Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Bahasa Jawa. Jurnal Review Pendidikan Dasar: Jurnal Kajian Pendidikan Dan Hasil Penelitian, 8(2), 154–160. http://journal.unesa.ac.id/index.php/PD

Supriandi, A. (2025). Pendekatan Penelitian Kualitatif. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan, 4(1), 197–204. https://doi.org/10.55606/jurripen.v4i1.4384

Wahono, S. (2019). MAKNA SIMBOLIK TASYAKURAN DALAM PROSESI SEDEKAH BUMI (Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure pada Sedekah Bumi di Desa Telang Karya Dusun III Muara Telang Kabupaten Banyuasin).

Wulandari, S. (2021). Makna Simbolik dalam Tahlilan Masyarakat Gorontalo di Desa Panggulo. Jurnal Tradisi Lisan Nusantara, 1(1), 61–79. https://doi.org/10.51817/jsl.v1i1.269

Downloads

Published

2026-03-30

How to Cite

Nur'aini, A. (2026). Pendidikan Budaya Jawa: Makna Simbolik Tradisi Tahlil Naluri Tegalsaren di Desa Majan, Kedungwaru, Tulungagung. Eduloka: Jurnal Penelitian Pendidikan Nusantara, 1(1), 18-34. https://jurnal.lokantara.com/index.php/eduloka/article/view/3