Pemberdayaan Remaja melalui Inovasi Cheetos Tahu untuk Penguatan Ekonomi Kreatif Desa

Authors

Keywords:

Pemberdayaan Masyarakat, Cheetos Tahu, Kewirausahaan, Ekonomi Kreatif, Remaja Desa

Abstract

Gampong Bungong Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara memiliki potensi sumber daya manusia yang cukup besar, khususnya kelompok remaja, namun masih menghadapi permasalahan keterbatasan keterampilan usaha produktif dan rendahnya pemanfaatan potensi lokal untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan remaja melalui pelatihan pembuatan Cheetos Tahu sebagai produk pangan inovatif yang bernilai ekonomi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan usaha. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan instrumen pretest-posttest, lembar observasi, angket kepuasan, angket respon peserta, dan dokumentasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program berhasil meningkatkan kompetensi peserta dalam mengolah tahu menjadi produk Cheetos Tahu yang layak dipasarkan. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 58,50 pada saat pretest menjadi 85,25 pada saat posttest. Selain itu, sebanyak 90% peserta menyatakan tertarik untuk mengembangkan usaha berbasis produk Cheetos Tahu dan 95% peserta menilai kegiatan sangat bermanfaat bagi peningkatan keterampilan serta peluang usaha mereka. Produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan telah dikemas secara sederhana sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis potensi lokal mampu menjadi alternatif pemberdayaan ekonomi masyarakat dan mendorong tumbuhnya wirausaha muda yang produktif di Gampong Bungong.

Downloads

Published

2026-07-26

How to Cite

Dyana Hasra, L. D. H., Shalawati, Gani PG, E. ., Chyntia, E., & Zahara, A. (2026). Pemberdayaan Remaja melalui Inovasi Cheetos Tahu untuk Penguatan Ekonomi Kreatif Desa. Abdimaloka: Jurnal Pengabdian Masyarakat Lokal Nusantara, 1(2), 77-87. https://jurnal.lokantara.com/index.php/abdimaloka/article/view/30